07 February 2010

Ilham


Sesungguhnya selepas kewafatan Rasulullah s.a.w, tertutuplah pintu wahyu namun dalam pada itu, ilham buat kebaikan dari Allah tetap datang pada insan dari masa kesemasa. (Ilham yang datang pada insan selepas Rasulullah s.a.w bukanlah merubah syariat yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w, tetapi merupakan bisikan-bisikan untuk kebaikan dan kearah kebenaran)

Ilham dari Allah pada insan selain dari anbiya adalah seperti kisah ibu Nabi Musa, dikala dia begitu ketakutan akan Firaun Ramsses membunuh anaknya, lalu Allah ilhamkan agar dia hanyutkan Nabi Musa dalam bakul disungai Nil.

Untuk seorang yang beriman, asas utama untuk mendapat ilham dari masa kesemasa buat kebaikan serta kebenaran adalah dengan usaha keatas Iman, dalam mana usaha mendapat Iman dan Istiqamah diatas keimanannya sebagaimana Allah berfirman yang lebih kurang maksudnya:

"Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata: "Tuhan kami adalah Allah", kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul, maka turunlah malaikat kepada mereka dari semasa ke semasa (dengan memberi ilham): "Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) serta janganlah kamu berdukacita, dan terimalah berita gembira bahawa kamu akan beroleh syurga yang telah dijanjikan kepada kamu. Kamilah penolong-penolong kamu dalam kehidupan dunia dan pada hari akhirat..."

Sebaliknya, syaitan juga saban waktu sentiasa cuba memberi ilham kepada insan untuk menuju kemungkaran dan kesesatan. Saban waktu dibisikkannya kepada insan berbagai-bagai racun fitnah, hasad, was-was dan seterusnya sehinggalah insan tersebut mengikut segala bisikkannya dan tenggelam dalam kegelapan.

Hatim Al-Asom seorang ahli hikmah berkata: "Tiada satu pagi berlalu melainkan syaitan tetap membisikan kepadaku: Apa yang akan engkau makan hari ini, apa yang engkau akan pakai hari ini dan dimana engkau akan bertempat tinggal? Maka aku pula menjawab: Aku akan memakan maut, memakai kain kafan dan bertempat tinggal didalam kubur".

- Istiqamah adalah lebih baik dari seribu karamah, dalam mana juga, amal yang sedikit tetapi istiqamah dalam melakukannya adalah lebih baik dari amal yang bertimbun tetapi tidak istiqamah dalam melakukannya.

Labels:

05 February 2010

Ulama Mesir haramkan Facebook


- Facebook yang pengasasnya Mark Zuckerberg, seorang pemuda Yahudi yang juga merupakan anggota kelab Yahudi "Alpha Epsilon Pi", telah menjadi billionair termuda hasil facebooknya iaitu sebuah jaringan sosial diInternet telah diharamkan oleh ulama Mesir setelah kajian yang mendapati ia membawa lebih kemudaratan dari kebaikan kepada umat Islam terutama untuk remaja. Laporan selanjutnya dari eramuslim.com:

Mantan Ketua komite fatwa Al-Azhar, Syaikh Abdul Hamid Al-Atrash, telah mengeluarkan pernyataan yang mengharamkan situs jejaring sosial terkenal Facebook, setelah meningkatnya angka perceraian dan semakin tersebarnya perzinahan yang merupakan efek dari situs tersebut.

Syaikh Al-Atrash menekankan bahwa masuk dan bergabung dalam situs jejaring sosial Facebook sangat berbahaya untuk masyarakat umum, khususnya warga Arab dan negara-negara Islam yang memiliki tingkat spesifitas tinggi.

Mantan ketua komite fatwa tersebut juga mengatakan bahwa Facebook telah menjadi sebagai instrumen penghancuran, dan merusak pasangan keluarga, karena masing-masing pasangan baik suami maupun istri akan mencari kegiatan lain di Facebook jika memiliki waktu senggang, dan sering serta banyak kasus banyaknya terjadi perselingkuhan yang berawal dari Facebook.

Sebuah tim dari pusat nasional untuk penelitian sosial dan pidana Mesir, telah melakukan suatu studi yang berlangsung selama beberapa minggu, hasil laporan studi mereka sungguh mengejutkan, bahwa setiap lima kasus penceraian yang terjadi, khususnya di Mesir, disebabkan oleh perselingkuhan yang terjadi karena pasangan suami ataupun istri menemukan "idaman lain" yang mereka temukan di situs Facebook.

Studi juga menunjukkan bahwa situs jejaring sosial facebook, sangat mudah membuat pasangan suami istri saling berkhianat, manakala suami-istri tersebut merasa bosan dan jenuh dengan kehidupan monoton dari perkawinan mereka, dan disaat itulah kebanyak pasangan yang aktif di situs jejaring sosial Facebook dapat dengan mudah menemukan "orang lain" yang menjadi selingkuhan mereka tanpa payung legitimasi pernikahan yang sah.

Hasil studi mengakui bahwa banyak pengguna Facebook dapat berhasil menemukan orang yang dulu mereka kasihi dan hubungan mereka telah lama putus akhirnya menjadi "CLBK" Cinta Lama Bersemi Kembali, mungkin tidak masalah dengan orang yang belum menikah akan tetapi kebanyakan yang terjadi adalah hubungan "gelap" model CLBK ini dialami oleh pasangan yang telah menikah, sehingga kejadian seperti ini merupakan ancaman yang nyata bagi pernikahan pasangan muslim.

Studi juga menyarankan agar pasangan suami-istri tidak bergabung dan aktif di situs jejaring sosial Facebook.

Syaikh Al-Atrash mengutip temuan hasil studi tersebut yang menunjukkan tingginya tingkat perceraian karena perselingkuhaan dan hubungan zina diluar nikah lewat internet, akhirnya mengeluarkan fatwa bahwa HARAM untuk aktif dalam situs jejaring sosial Facebook, karena facebook telah menjadi ajang penyebaran kerusakan moral dikalangan anak muda serta Facebook juga menjadi alat penghancur keutuhan rumah tangga yang pada akhirnya akan mengancam keruntuhan total masyarakat Arab dan Islam.

Syaikh Al-Atrash mengakui bahwa Facebook, dan sarana komunikasi lainnya, apakah itu TV Satelit, internet dan sebagainya, ibarat pedang bermata dua yang bisa digunakan untuk berdakwah, menyampaikan pesan persahabatan dan perdamaian atas dasar Islam atau bisa dijadikan alat untuk bermaksiat seperti melakukan perselingkuhan atau kerusakan moral lainnya.

Syaikh Ahmad Husam, imam masjid Abu Bakr di distrik Faisal Giza, juga menyepakati fatwa Haram dari Syaikh Al-Atrash, karena faktanya banyak anak muda maupun pasangan suami istri telah menyalah gunakan situs tersebut untuk melakukan hubungan "terlarang" dan ia juga mencatat bahwa Al-Quran telah memberikan peringatan yang jelas, yaitu pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan di mintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT.

- Alpha Epsilon Pi adalah suatu organisasi Yahudi untuk menyediakan bakat-bakat pemimpin Yahudi dikalangan remajanya. (Alpha Epsilon Pi’s role is to encourage the Jewish student to remain dedicated to Jewish ideals, values, and ethics and to prepare the student to be one of tomorrow’s leaders)

Labels:

11 January 2010

Sesungguhnya tiada Tuhan melainkan Allah


Allah adalah Zat Wajib Wujud Yang Maha Esa lagi Satu-Satunya Maha Pencipta. Selain daripada Allah, semuanya adalah makhluk (yang diciptakan). Hanya Allah sahaja yang Khaliq (Sang Pencipta). Apa yang Allah kehendaki ada, barulah perkara itu akan ada. Dialah Allah, Tuhan yang tiada tuhan lain selain-Nya.

Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Mencipta inilah yang telah memanggil dan memperkenalkan Diri-Nya dengan nama Allah, "Sesungguhnya Akulah Allah; tiada Tuhan melainkan Aku; oleh itu, Sembahlah akan daku, dan dirikanlah solat untuk mengingati daku." (Toha 20:14)

Al-Imam Abu Ja'far At-Tohawi (wafat 321H) menyimpulkan di dalam kitabnya Al-Aqidah At-Tohawiyah, bahawa, "Sesungguhnya Allah Taala itu Tunggal tiada sekutu bagi-Nya, tiada yang seumpama dengan-Nya, tiada suatu apa pun yang dapat melemahkan-Nya, dan tiada tuhan lain selain-Nya: Sediada (qadim) dengan tiada permulaan, Berkekalan dengan tiada kesudahan, tidak binasa Dia dan tidak rosak Dia, tiada apa pun boleh berlaku melainkan apa yang Dia kehendaki, Tiada sampai akan Dia oleh segala waham, dan tiada mendapat akan dia segala faham; tiada menyerupai Dia akan al-anaam (jin dan manusia); Hidup tidak mati Dia, Berdiri Dia sendiri tanpa tidur Dia, Dia Yang Menjadikan tanpa berhajat, Yang Memberi rezeki tanpa rasa berat, Dia Yang Mematikan tanpa takut, Dia Yang Membangkitkan tanpa sebarang kesukaran; Sentiasa Dia serta segala sifatNya, sediakala sebelum ada makhlukNya, tidak bertambah Dia dengan sebab wujudnya mereka suatu apa pun (akan sesuatu) daripada sifatNya yang tiada ada dahulu daripada mereka itu, sebagaimana adalah Dia dengan sifat-sifatNya adalah sediakala azali, maka demikianlah juga sentiasa Dia atas sifat-sifat kekal abadi." Intaha.

Sesungguhnya Allah itu telah berhak dengan nama Al-Khaliq (Yang Maha Menciptakan) bukan kerana Dia telah menciptakan makhluk-Nya, tetapi itu adalah sifat-Nya yang azali sebelum Dia menciptakan segala sesuatu.

Dialah Allah. Rabbul-'alamin. Zat yang telah menciptakan dan mentadbir segala ciptaan-Nya. Dialah Rabb bagi seluruh alam. Bukan satu alam, bahkan ribuan alam ciptaan-Nya. Ada alam yang kita tahu, ada alam yang kita tidak tahu. Imam Ibnu Kathir menukilkan di dalam kitab tafsirnya, "dan Muqatil berkata, alam-alam itu ada 80,000 alam. Kata Ka'ab Al-Ahbar, tidak ada yang mengetahui jumlah alam ini melainkan Alla Azza Wa Jalla. Semua ini dinaqalkan oleh Al-Baghawi. Al-Qurtubi pula telah menceritakan daripada Abu Sa'id Al-Khudri bahawasanya dia berkata, sesungguhnya bagi Allah itu 40,000 alam; dunia ini dari timur hingga ke baratnya, itu baru satu alam daripada alam-alam (yang berjumlah 40,000 itu)." Intaha.

Hakikat ini bukan untuk dijadikan penglipulara, tetapi perlu dipasak ke dalam hati kita. Iman kita perlulah menjadikan hati kita dipenuhi dengan keyakinan hanya kepada Allah, bahawa Dialah satu-satunya Tuhan. Tiada tuhan lain selain Allah. Hati kita perlu dipenuhi dengan 'azmatillah (kehebatan dan keagungan Allah)! Sehingga kalimah "Allahu Akbar!", benar-benar menyebabkan kita melihat selain daripada Allah semuanya kecil. Kebesaran dan keagungan Allah ini akan menyingkirkan seluruh 'ghairullah' atau 'al-aghyaar' (yakni, apa sahaja selain Allah).

Keyakinan sebegini akan menyebabkan kita hanya terkagum dan terkesan dengan kebesaran Allah. Kekaguman ini akan menyebabkan kita hanya jatuh cinta dengan Allah. Cinta ini akan mendorong kita untuk mencintai apa sahaja yang Allah cinta, dan mendorong kita mencintai sesuatu hanya kerana Allah. Cinta ini juga akan mendorong kita untuk membenci apa sahaja yang dibenci oleh Allah, dan mendorong kita untuk membenci sesuatu kerana Allah. Semua ini akan membawa rasa manis kepada iman. Dek kerana yakin ini, akan menyebabkan kita menyakini sepenuhnya janji-janji Allah. Oleh itu, kita akan berusaha sekeras mungkin berwaspada, kerana kita takut menyinggung 'hati' Allah yang amat kita cintai. Kita juga akan berusaha sekeras mungkin, bak kata Saiyidina Umar Al-Khattab r.a., "Syammartu waj-tahaddtu!" (Aku akan berhati-hati dan bersungguh-sungguh!); yakni bersungguh-sungguh untuk menggembirakan Allah. Kegembiraan Allah Taala akan hanya dicapai melalui satu perkara sahaja, iaitu: Taat Perintah Allah, cara yang ditunjukkan oleh Rasulullah s.a.w.!

"Laa ilaaha illalLah, Muhammadur rasulullah", inilah kalimah Iman.

Semua ini akan mudah untuk dijadikan hakikat, apabila kita dakwahkan perkara ini berkali-kali! Lagi dan lagi! Kita cakapkan lagi dan lagi. Kita sebut-sebutkan lagi dan lagi! Kita beritahu seluruh manusia lagi dan lagi! Kita sampaikan percakapan ini lagi dan lagi! Hinggalah kita tiada lagi!

"Sesungguhnya orang-orang Yang menegaskan keyakinannya Dengan berkata: "Tuhan Kami ialah Allah", kemudian mereka tetap teguh di atas jalan Yang betul, akan Turunlah malaikat kepada mereka dari semasa ke semasa (dengan memberi ilham): "Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian Yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berdukacita, dan Terimalah berita gembira Bahawa kamu akan beroleh syurga Yang telah dijanjikan kepada kamu. "Kamilah penolong-penolong kamu Dalam kehidupan dunia dan pada hari akhirat; dan kamu akan beroleh - pada hari akhirat - apa Yang diingini oleh nafsu kamu, serta kamu akan beroleh - pada hari itu - apa Yang kamu cita-citakan mendapatnya. "(Pemberian-pemberian Yang serba mewah itu) sebagai sambutan penghormatan dari Allah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani!" ( Fussilat 41: 30 -32)

Dipetik dari Blog Ustaz Gunawan Aziz

Labels: