Monday

Makna Bid’ah Dholalah

Hadits riwayat Ibn Mas’ud :

عَنْ عَبْدِ اللهِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ, أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَلاَ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ شَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ. رواه ابن ماجه

“Dari ‘Abdullah bin Mas’ud. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “ Ingatlah, berhati-hatilah kalian, jangan sampai membuat hal-hal baru. Karena perkara yang paling jelek adalah membuat hal baru dan setiap perbuatan yang baru itu adalah bid’ah. Dan semua bid’ah itu sesat.” HR. Ibnu Majah.

Hadits ini sering dijadikan dasar dalam membid’ahkan segala perkara baru yang tidak ada pada zaman Rasulullah SAW, para sahaba atau tabi’in dengan pertimbangan bahawa hadits ini menggunakan kalimat kullu (semua), yang secara tekstual seolah-olah diertikan semuanya atau keseluruhannya.

Namun, dalam menanggapi makna hadits ini, khususnya pada kalimat وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, terdapat perbezaan pandangan pandangan di kalangan ulama’.

Pertama, ulama’ memandang hadits ini adalah kalimat umum namun dikhususkan hanya pada sebahagian sahaja (عام مخصوص البعض ), sehingga makna dari hadits ini adalah “bid’ah yang buruk itu sesat” . Hal ini didasarkan pada kalimat kullu, kerana pada hakikatnya tidak semua kullu bererti seluruh atau semua, adakalanya bererti kebanyakan (sebahagian besar). Sebagaimana contoh-contoh berikut :
  • Al-Qu’an surat Al-Anbiya’ ; 30 :

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” QS. Al-Anbiya’:30.
 
Meskipun ayat ini menggunakan kalimat kullu, namun tidak bererti semua makhluk hidup diciptakan dari air. Sebagaimana disebutkan dalam ayat al-Qur’an berikut ini:

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ

“Dan Allah SWT menciptakan Jin dari percikan api yang menyala”. QS. Ar-Rahman:15.
Begitu juga para malaikat, tidaklah Allah ciptakan dari air.
  • Hadits riwayat Imam Ahmad :

عَنِ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ

Dari al-Asyari berkata: “ Rasulullah SAW bersabda: “ setiap mata berzina” (musnad Imam Ahmad)
Sekalipun hadits di atas menggunakan kata kullu, namun bukan bermakna keseluruhan/semua, akan tetapi bermakna sebagian, yaitu mata yang melihat kepada ajnabiyah. 

Kedua, ulama’ menetapkan sifat umum dalam kalimat kullu, namun mengarahkan pengertian bid’ah secara syar’iyah yaitu perkara baru yang tidak didapatkan di masa Rasulullah SAW, dan tidak ada sandarannya sama sekali dalam usul hukum syariat. Telah kita ketahui bahawa perkara yang bertentangan dengan syariat baik secara umum atau isi yang terkandung di dalamnya, maka haram dan sesat. Dengan demikian, makna hadits di atas adalah setiap perkara baru yang bertentangan dengan syariat adalah sesat, bukan berarti semua perkara baru adalah sesat walaupun tidak bertentangan dengan syai’at.

Oleh kerana itu, jelas sekali bahwa bukan semua yang tidak dilakukan di zaman Nabi adalah sesat. Terbukti, para sahaba juga melaksanakan atau mengadakan perbuatan yang tidak ada pada masa Rasulullah SAW. Misalnya, usaha menghimpun dan membukukan al-Qur’an, menyatukan jama’ah tarawih di masjid, adzan Jum’ah dua kali dan lain-lain. Sehingga, apabila kalimat kullu di atas diertikan keseluruhan, yang bererti semua hal-hal yang baru tersebut sesat dan dosa. Bererti para sahaba telah melakukan kesesatan dan perbuatan dosa secara kolektif (bersama). Padahal, sejarah telah membuktikan bahawa mereka adalah orang-orang pilihan yang tidak diragukan lagi keimanan dan ketaqwaannya. Bahkan diantara mereka sudah dijamin sebagai penghuni surga. Oleh kerana itu, sungguh tidak dapat diterima akal, kalau para sahabat Nabi SAW yang begitu agung dan begitu luas pengetahuannya tentang al-Qur’an dan Hadits tidak mengetahuinya, apalagi tidak mengindahkan larangan Rasulullah SAW.







Part 4, Part 5, Part 6, Part 7

Saturday

Sheikh Nuruddin Al Banjari - Sifat Solat Nabi



Kuliah Penuh Sheikh Nuruddin Al Banjari Al Makki tentang perilaku dan cara solat Nabi Muhammad Sallallahualaihiwasalam. 

Thursday

Same game different level, same hell different devils


Each human keep making mistake in their life and even many was making the same mistake again and again but Allah is Forgiveness, while syaitan keep try to turn human on wrong track, as beside that, just muhklisin is on safe stage from syaitan distortion. So for reach that stage, each of us need to make effort on their iman by keep on giving dakwah, keep renew our niyat (begining, in middle and end of each amal), and keep making doa to Allah to grant us that level of mukhlisin.

1st level - Muslim, saying the Shahadah is the beginning of becoming a Muslim.(Lowest/Beginner Level)

2nd level - Mu'min/Mu'mina (the Believers) higher than Muslim

3rd level - Muhsin or Muhsinin is a person who lives and cares for His environment, also does good for himself  (example those who have right ilm and zikir, and pratice it during the life time)

4th level - Mukhlisin, those who have all the category and plus a sincere and truthful individual who was doing things for the sake of Allah only and no hidden agenda. There's a need to be sincere and to be sincere is of a high level. Everything we do must be sincere. 

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ (٨٢)

إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ (٨٣) 

(Iblis) said: "Then by Thy power, I will put them all in the wrong― (82) "Except Thy Servants amongst them, sincere and purified (by Thy grace)." (83)  - (38:82-83)



Monday

Syurga semata-mata dibawah rahmat Allah Taala


 Aisyah r.anha menyampaikan bahawa Rasulullulah s.a.w telah bersabda :

“Perbaikilah dirimu, ucapkan kebaikan dan sampaikan khabar gembira, sesungguhnya amal seseorang tidak akan mampu memasukkannya ke dalam surga”

Orang bertanya : “ Termasuk amal anda juga wahai Rasulullah?” Rasulullah s.a.w menjawab : “ Termasuk juga amalku, kecuali jika Allah mencurahkan rahmat-Nya kepadaku. Ketahuilah bahawa amal yang paling disenangi Allah adalah amal yang istiqamah meskipun sedikit” (Muslim)

- Sedangkan Rasulullah s.a.w sendiri bersabda bahawa amal beliau pun tidak mencukupi untuk memasuki surga Allah, apalagi amal kita ini tentulah pasti tidak mencukupi langsung biarpun kita beribadat seumur hidup. Dari itu janganlah kita mengandaikan amal kita telah menjanjikan syurga dan merasa aman dengan amal kita. Bahkan apa yang wajib kita lakukan, teruskan beramal solehan, beristiqamah serta sentiasa berdoa kepada Allah.

- Pernyataan Rasulullah s.a.w “kecuali jika Allah mencurahkan rahmat-Nya kepadaku“ pada hadis diatas menunjukkan bahawa surga hanya boleh dimasuki semata-mata dibawah rahmat Allah. Begitu juga untuk menghindarkan dari adzab neraka juga hanya semata-mata dengan rahmat Allah.

Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku."(15) Barang siapa yang dijauhkan azab dari padanya pada hari itu, Maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan Itulah keberuntungan yang nyata. (16) (Al An’am 6 : 15 – 16)

open source - sumber terbuka

Mana-mana coretan yang dikira baik, dibenarkan mengambil (copy-paste) tanpa perlu bertanya tuan blog ini. Manakala mana-mana coretan yang terdapat kesilapan, mohon ribuan kemaafan dari tuan blog ini. - " Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya "

Coretan lalu

Bayan

Search in the Quran
Search:
Download | Free Code
www.SearchTruth.com
Search in the Hadith
Search:
in
Download | Free Code
www.SearchTruth.com

Waktu sholat

Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:
English to Arabic to English Dictionary
Find word:
Exact Word / Starting Word Sub Word
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
www.SearchTruth.com

Salam damai