Saturday

PERIHAL APAKAH NABI SAW. MELIHAT ALLAH DENGAN MATA KEPALA DALAM MALAM MI’RAJ


Masruq berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah r.a.: Hai Ibu apakah Nabi Muhammad saw. telah melihat Allah? Jawab Aisyah r.a.: Sungguh berdiri bulu romaku sebab pertanyaanmu itu, dimanakah engkau dari tiga macam, orang yang menerangkan itu maka ia dusta:

1. Siapa yang menerangkan padamu bahwa Nabi Muhammad saw. melihat Allah, maka ia dusta. Lalu ia membaca : Laa tudrikuhul abshaaru wa huwa yudrikul abshaara wa huwal lathiful (Allah tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, dan Dia yang mencapai semua penglihatan, dan Dia maha halus kekuasaan-Nya yang maha mengetahui sedalam-dalamnya) dan ayat: Wama kana libasyarin an yukallimahullah illa wahyan au min waraa’i hijab (Tiada seorang yang berkata-kata dengan Allah melainkan dengan wahyu atau dari balik tabir/hijab).

2. Siapa yang mengatakan bahawa ia mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, maka sungguh dusta, lalu dibacakan ayat : Wama tadri nafsun madza taksibu ghada (Dan tiada seorang pun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari).

3. Dan siapa yang berkata bahawa Nabi Muhammad saw. menyembunyikan apa yang diwahyukan oleh Allah maka sungguh orang itu dusta, lalu Aisyah r.a membaca: Ya ayyuhar rasulu balligh maa unzila ilaika min rabbika (Hai utusan Allah sampaikanlah apa yang diturunkan oleh Tuhan kepadamu).

Tetapi Nabi Muhammad saw. telah melihat Jibril dalam bentuk yang sebenarnya dua kali. (Bukhari, Muslim).

- "Dan tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan Dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana." (Asy-Syura - ayat 51)

Di belakang tabir bermakna ialah seorang dapat mendengar kalam Illahi akan tetapi dia tidak dapat melihat-Nya dengan mata kepala seperti yang terjadi kepada Nabi Musa a.s.

Waktu Mi'raj, Rasulullah s.a.w hanya mendengar suara dari belakang hijab (tabir) dan dia hanya melihat cahaya sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist shahih riwayat Muslim : "Dari Abi Dzar, dia bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah engkau melihat Tuhanmu?" lantas beliau menjawab "saya hanya sungguh melihat cahaya." (HR. Muslim).


Manakala riwayat Ibnu Abbas r.a akan nabi melihat Allah dalam peristiwa Mi`raj adalah merupakan Ta’wilan Ijmaliyy iaitu ta’wilan yang dilakukan secara umum dengan menafikan makna zahir nas al-Mutasyabihat tanpa diperincikan maknanya (sebagai contohnya perkataan istawa dikatakan istawa yang layak bagi Allah dan waktu yang sama dinafikan zahir makna istawa kerana zahirnya bererti duduk dan bertempat, Allah maha suci dari bersifat duduk dan bertempat).

Wallahualam.

No comments:

open source - sumber terbuka

Mana-mana coretan yang dikira baik, dibenarkan mengambil (copy-paste) tanpa perlu bertanya tuan blog ini. Manakala mana-mana coretan yang terdapat kesilapan, mohon ribuan kemaafan dari tuan blog ini. - " Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya "

Coretan lalu

Bayan

Search in the Quran
Search:
Download | Free Code
www.SearchTruth.com
Search in the Hadith
Search:
in
Download | Free Code
www.SearchTruth.com

Waktu sholat

Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:
English to Arabic to English Dictionary
Find word:
Exact Word / Starting Word Sub Word
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
www.SearchTruth.com

Salam damai